Minggu, 23 Desember 2012

Pengertian Narkoba dan Dampaknya

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah Napzayang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.

Semua istilah ini, baik "narkoba" ataupun "napza", mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997). Yang termasuk jenis narkotika adalah:

·         Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.
·         Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.

Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Zat yang termasuk psikotropika antara lain:

·         Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Syntetic Diethylamide) dan sebagainya.

Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistem syaraf pusat, seperti:

·         Alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether dan sebagainya.

Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap fisik
·         Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi
·         Mukanya pucat
·         Matanya akan terlihat cekung dan merah
·         Berat badannya akan turun secara drastis
·         Buang air besar dan kecil kurang lancar
·         Tangannya dipenuhi bintik-bintik merah
·         Bibirnya menjadi kehitam-hitaman
·         Gangguan pada jantung dan pembuluh  darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah
·         Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan  (abses), alergi, eksim
·         Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru
·         Sering sakit kepala, mual-mual dan  muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur
·         Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual
·         Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)
·         Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya  adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya
·         Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi over dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian

Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap psikis
·         Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah
·         Jika ditegur atau dimarahi, pemakai akan menunjukkan sikap membangkang. 
·         Kehilangan nafsu makan.
·         Sangat sensitif dan mudah bosan.
·         Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
·         Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
·         Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
·         Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri

Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap lingkungan sosial
·         Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan
·         Merepotkan dan menjadi beban keluarga
·         Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram

Ciri - ciri perubahan sikap dari pemakai narkoba
·         Sering bohong
·         Mudah tersinggung dan cepat marah
·         Melawan orang tua
·         Acuh tak acuh terhadap lingkungannya
·         Melanggar aturan keluarga
·         Malas mengurus diri
·         Susah bangun pagi
·         Sering pulang larut malam bahkan tidak pulang
·         Sering pergi ke diskotik, mall dan pesta
·         sering menginap di rumah teman
·         Sering membawa obat tetes mata
·         Sering makan permen karet mentol untuk menghilangkan bau mulut
·         sering melupakan tanggung jawab
·         jarang mengerjakan tugas-tugas rutinnya
·         menunjukan sikap tidak peduli
·         mencuri uang di rumah, sekolah, ataupun tempat pekerjaan 
·         menggadaikan barang-barang berharga di rumah
·         sering menyendiri 
·         menghabiskan waktu ditempat-tempat sepi dan gelap, seperti di kamar tidur, kloset, gudang, atau kamar mandi
·         batuk dan pilek berkepanjangan
·         sering menguap
·         mengaluarkan keringat berlebihan
·         Mengalami nyeri/ngilu di sendi-sendi tubuhnya
·         Mengalami nyeri kepala

"Setiap narkoba memiliki pengaruh yang lain-lain, tergantung dari jenis narkoba apa yang digunakannya," ujar Prof Dr dr Samsuridjal Djauzi, PhD, FACP
Berikut ini beberapa dampak atau efek dari berbagai jenis narkoba, seperti diungkapkan oleh BNN (Badan Narkotika Nasional) dan Prof Samsuridjal yaitu:

1. Ganja
Ganja atau dikenal juga dengan istilah marijuana, cimeng, gelek atau hasis ini memiliki dampak depresi dan paranoid, gangguan persepsi dan berpikir, gangguan keseimbangan tubuh dan sulit konsentrasi.

"Ganja bisa membuat orang merasa segar, optimis, kadang jadi berlebihan rasa gembiranya, banyak bicara dan lebih aktif. Tapi itu biasanya terjadi saat baru mulai memakai ganja, kalau dosisnya sudah tinggi tidak seperti itu lagi efeknya," ujar Prof Samsuridjal.

2. Kokain
Kokain dikenal juga sebagai crack, daun koka, pasta koka. Dampaknya memicu serangan jantung, stroke, gagal ginjal, perilaku agresif, gemetar berlebihan, pandangan kabur dan halusinasi.

Sedangkan gejalanya mudah marah, depresi, cemas, gelisah dan kehilangan gairah untuk melakukan sesuatu. Prof Samsuridjal menuturkan untuk kokain belum banyak penggunanya, tapi narkoba ini juga bisa merusak sel-sel otak.

3. Shabu
"Untuk shabu-shabu biasanya efeknya hampir sama memberikan rasa gembira, yang sering terjadi orang pakai shabu-shabu kalau mendengar musik kepalanya jadi goyang-goyang seperti orang berdzikir," ungkapnya.

Shabu juga dikenal sebagai ice, ubas dan methamphetamine. Dampak yang ditimbulkan bisa mengalami gangguan hati, ginjal, urat saraf, perilaku abnormal, mudah bingung, mudah cemas dan marah, senantiasa lapar dan susah tidur.

4. Morfin
Morfin dalam dunia kedokteran sering dipakai untuk obat penahan rasa sakit atau pembiusan karena bekerja langsung pada sistem saraf pusat. Efek dari morfin ini adalah penurunan kesadaran, euforia, rasa kantuk, lesu dan penglihatan kabur.

Umumnya morfin menimbulkan ketergantungan paling tinggi dibandingkan dengan zat lain, dan pecandu dari morfin ini dilaporkan menderita insomnia serta mimpi buruk.

5. Heroin
Heroin dikenal juga sebagai white, smack, junk, serbuk putih, medicine dan ubat. Dampaknya bisa menyebabkan detak jantung lemah, sesak napas, kerusakan paru-paru, ginjal, hati, sulit tidur, mata dan hidung berair, tremor, diare dan muntah.

"Orang yang sedang sakaw heroin ini bisa sakit sekali, muncul keringat dingin, badan terasa dingin, kadang kasian sekali kalau melihatnya. Jika sudah pakai heroin maka sakawnya hilang, tapi kalau pengaruhnya sudah habis maka sel-sel di otak akan minta lagi dan timbul sakaw, jadi seperti lingkaran setan," ujar Prof Samsuridjal.

6. Ekstasi
Dikenal juga sebagai inex, enak, cui iin, flash, dolar, flipper, hammer. Dampak yang ditimbulkan berupa kerusakan ginjal, hati, otak, kehilangan ingatan dalam jangka waktu lama, menggigil, berkeringat, tidak mampu berpikir, melihat dan menyelaraskan fungsi tubuh.

Sedangkan gejala yang muncul adalah rasa cemas berlebihan, depresi, paranoid, hilang sensitifitas, akal sehat dan kesadaran. Namun kematian bisa terjadi jika ada gangguan pembuluh darah jantung dan pecahnya pembuluh darah otak.


1 komentar: